Melawan kecanduan penggunaan WhatsApp - Aplikasi chatting WhatsApp yang mempunyai pengguna aktif sekitar 1 miliar ini tentu tidak asing lagi buat Anda. Namun bagi yang belum tahu mungkin mulai saat ini bisa mencari tahu dan mengenalnnya. Aplikasi chatting yang terkenal dengan kesederhanaan dan kemudahan.
Mungkin karena kemudahan dan kesederhanaan aplikasi chatting WhatsApp ini bahkan sampai membuat pengguna seakan tidak bisa hidup tanpa menggunakan aplikasi chatting ini. Ada beberapa diantara pengguna mungkin diantaranya Anda kecanduan dengan aplikasi chatting WhatsApp ini.
Secara tidak sadar kecanduan ini bisa membuat pengguna menjadi terisolasi dari lingkungan dan melewatkan kegiatan yang penting untuk mengembangkan hal positif bagi diri pengguna. Pengguna akan terlalu sibuk dengan aplikasi ini dan akan melewatkan hal penting disekitarnya.
Lalu apa saja tanda-tanda kecanduan penggunaan WhatsApp, mari kita bahas dibawah:
1.Mungkin secara tidak sadar pengguna terlalu banyak membuat grup, padahal grup itu tidak begitu penting, parahnya lagi pengguna lupa berapa grup chatting yang diikuti maupun yang dibuat sendiri.
2.Jika Anda tetap rajin mengecek setatus WhatsApp, sering unggah video, gambar, atau quote meskipun Anda sedang bersama keluarga, teman, bahkan bersama pacar mungkin Anda adalah salah satu pengguna yang kecanduan.
3.Gelisah saat pesan yang dikirim sudah dibaca (tanda centang biru) namun belum juga mendapat balasan, setiap hari rajin ganti foto profil, isi chatting penuh dengan emoji.
4.Sebelum tidur dan saat bangun tidur aplikasi yang dilihat adalah WhatsApp, hmmm betapa cintanya pengguna dengan aplikasi chatting WhatsApp ini hehe :-).
Jika sudah seperti ini siapa yang rugi? Jika pengguna yang kecanduan ini merasa tak rugi mungkin keluarga, teman atau pacar yang rugi karena kadang diacuhkan saat pengguna yang kecanduan ini terlalu sibuk dengan WhatsApp.
Lalu bagaimana cara melawan kecanduan penggunaan WhatsApp?
1. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah jujur pada diri sendiri bahwa telah kecanduan aplikasi chatting WhatsApp. Jika sudah jujur pada diri sendiri tentunya pengguna harus membatasi penggunaan Aplikasi ini, tau tempat dan waktu.
2. Mencari kegiatan baru, atau melakukan hobi. Carilah kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan gadget.
3. Mulailah untuk lebih sering berbincang dengan teman ataupun keluarga, pengguna perlu tahu bahwa komunikasi secara langsung itu lebih baik bagi otak dan kepribadian dibanding dengan chatting dengan sosial media.
Semoga bermanfaat, dan Anda tidak kecanduan dengan aplikasi ini. Mungkin tips ini bisa diterapkan dengan kecanduan media sosial yang lain.
Mungkin karena kemudahan dan kesederhanaan aplikasi chatting WhatsApp ini bahkan sampai membuat pengguna seakan tidak bisa hidup tanpa menggunakan aplikasi chatting ini. Ada beberapa diantara pengguna mungkin diantaranya Anda kecanduan dengan aplikasi chatting WhatsApp ini.
Secara tidak sadar kecanduan ini bisa membuat pengguna menjadi terisolasi dari lingkungan dan melewatkan kegiatan yang penting untuk mengembangkan hal positif bagi diri pengguna. Pengguna akan terlalu sibuk dengan aplikasi ini dan akan melewatkan hal penting disekitarnya.
Lalu apa saja tanda-tanda kecanduan penggunaan WhatsApp, mari kita bahas dibawah:
1.Mungkin secara tidak sadar pengguna terlalu banyak membuat grup, padahal grup itu tidak begitu penting, parahnya lagi pengguna lupa berapa grup chatting yang diikuti maupun yang dibuat sendiri.
2.Jika Anda tetap rajin mengecek setatus WhatsApp, sering unggah video, gambar, atau quote meskipun Anda sedang bersama keluarga, teman, bahkan bersama pacar mungkin Anda adalah salah satu pengguna yang kecanduan.
3.Gelisah saat pesan yang dikirim sudah dibaca (tanda centang biru) namun belum juga mendapat balasan, setiap hari rajin ganti foto profil, isi chatting penuh dengan emoji.
4.Sebelum tidur dan saat bangun tidur aplikasi yang dilihat adalah WhatsApp, hmmm betapa cintanya pengguna dengan aplikasi chatting WhatsApp ini hehe :-).
Jika sudah seperti ini siapa yang rugi? Jika pengguna yang kecanduan ini merasa tak rugi mungkin keluarga, teman atau pacar yang rugi karena kadang diacuhkan saat pengguna yang kecanduan ini terlalu sibuk dengan WhatsApp.
Lalu bagaimana cara melawan kecanduan penggunaan WhatsApp?
1. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah jujur pada diri sendiri bahwa telah kecanduan aplikasi chatting WhatsApp. Jika sudah jujur pada diri sendiri tentunya pengguna harus membatasi penggunaan Aplikasi ini, tau tempat dan waktu.
2. Mencari kegiatan baru, atau melakukan hobi. Carilah kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan gadget.
3. Mulailah untuk lebih sering berbincang dengan teman ataupun keluarga, pengguna perlu tahu bahwa komunikasi secara langsung itu lebih baik bagi otak dan kepribadian dibanding dengan chatting dengan sosial media.
Semoga bermanfaat, dan Anda tidak kecanduan dengan aplikasi ini. Mungkin tips ini bisa diterapkan dengan kecanduan media sosial yang lain.
Saat ini 0 comments :
Post a Comment