Mengenal Pola Batik Ceplok Yang Sudah Ada Dari Jaman Kuno - Berbicara mengenai batik memang sangat menarik, karena batik merupakan warisan budaya Indonesia yang Adiluhung dan termasyur dikancah dunia.
Ada berbagai macam pola batik yang ada di Indonesia contoh salah satunya yaitu pola ceplok. Ada baiknya jika Anda mengenal tentang pola ceplok yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Berikut berbagai Pola Ceplok
Pola batik CEPLOK, contohnya :
1. Ambar Kumitir,
2. Campur Sari,
3. Dhempel,
4. Ganggong,
5. Keteblem,
6. Kitiran,
7. Lintang Rahino,
8. Namnaman Ceplok Rider,
9. Peksi Kekaring,
10. Ratu Ratih Yogya,
11. Rider,
12. Ron Telo,
13. Tri Mino dan
14. Wastra Bawana.
Berikut sedikit uraian yang bisa menjabarkan mengenai Pola Batik Ceplok.
Pola Kawung merupakan pola ceplok tertua dan terdiri dari 4 ragam hias elips atau lingkaran yang disusun sedemikian rupa sehingga keempatnya besinggungan satu sama lainnya dan ditengahnya terdapat ragam hias Mlinjon.
Selanjutnya elips/lingkaran ini dimodifikasi dengan menambah ragam hias isen atau mengubah bentuk sehingga diperoleh pola kawung yang indah dan beragam dengan nama beragam pula, antara lain kawung prabu, brendi, geger mendut, gelar, sisik dan sebagainya.
Dari ukuran lingkaran juga diciptakan berbagai pola seperti kawung ndil, sen, benggol, semar, raja dan lainnya.
Pola Kawung seperti halnya pola nitik, pola banji, pola ganggong karena jumlahnya sangat banyak sering dikelompokan sebagai pola tersendiri. Dengan demikian pembagian golongan dalam pola geometris menjadi golongan Ceplokan, golongan pola Kawung, Pola Nitik, Pola Ganggong, Pola Banji, Pola Parang dan pola Lereng.
Sebagai Contoh Pola Ceplok antara pola ceplok kuno Yogyakarta dan Ceplok Surakarta.
Pola Ceplok kuno Yogyakarta adalah dari keraton Kotagede [Mataram] sedangkan pola Ceplok Surakarta diciptakan setelah pembagian kerajaan Mataram menjadi dua.
Kadang ada pola yang dinamakan sama tetapi polanya beda antara satu tempat dan lainnya, seperti pola ceplok Yogya kadang mempunyai nama sama dengan pola semen Surakarta, contohnya pola ceplok Kokrosono di Yogya kalau di Surakarta dikenal sebagai pola Semen.
Motif Pola Ceplok Kuno ini bisa dilihat dari contoh berbagai candai yang ada di jawa. Diberbagai candi yang ada banyak relief yang menggambarkan pola batik ceplok.
Sebagian besar Pola Ceplok itu merupakan pola-pola batik kuno yang terdapat pada hiasan arca di Candi Hindu/Budha dengan bentuk kotak-kotak, lingkaran, binatang, bentuk tertutup serta garis-garis miring. Pola dasar yang terdapat pada candi Hindu di arca Ganesha dari Banon Borobudur, arca Hari Hara dari Blitar, Ganesha dari Kediri dan arca arca Parwati dari Jawa merupakan pola dasar dari pola Kawung. Dasar pola Ceplok tersejarah dapat di arca Budha antara lain Budha Mahadewa dari Tumpang dan arca Brkhuti dari candi Jago.
Demikianlah bahwa batik sudah sangat erat dengan kehidupan masyarakat nusantara bahkan sudah ada sejah ber abad-abad yang lalu. Cintai batik Cintai budaya kita Indonesia.
Ada berbagai macam pola batik yang ada di Indonesia contoh salah satunya yaitu pola ceplok. Ada baiknya jika Anda mengenal tentang pola ceplok yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Berikut berbagai Pola Ceplok
Pola batik CEPLOK, contohnya :
1. Ambar Kumitir,
2. Campur Sari,
3. Dhempel,
4. Ganggong,
5. Keteblem,
6. Kitiran,
7. Lintang Rahino,
8. Namnaman Ceplok Rider,
9. Peksi Kekaring,
10. Ratu Ratih Yogya,
11. Rider,
12. Ron Telo,
13. Tri Mino dan
14. Wastra Bawana.
Berikut sedikit uraian yang bisa menjabarkan mengenai Pola Batik Ceplok.
Pola Kawung merupakan pola ceplok tertua dan terdiri dari 4 ragam hias elips atau lingkaran yang disusun sedemikian rupa sehingga keempatnya besinggungan satu sama lainnya dan ditengahnya terdapat ragam hias Mlinjon.
Selanjutnya elips/lingkaran ini dimodifikasi dengan menambah ragam hias isen atau mengubah bentuk sehingga diperoleh pola kawung yang indah dan beragam dengan nama beragam pula, antara lain kawung prabu, brendi, geger mendut, gelar, sisik dan sebagainya.
Dari ukuran lingkaran juga diciptakan berbagai pola seperti kawung ndil, sen, benggol, semar, raja dan lainnya.
Pola Kawung seperti halnya pola nitik, pola banji, pola ganggong karena jumlahnya sangat banyak sering dikelompokan sebagai pola tersendiri. Dengan demikian pembagian golongan dalam pola geometris menjadi golongan Ceplokan, golongan pola Kawung, Pola Nitik, Pola Ganggong, Pola Banji, Pola Parang dan pola Lereng.
Sebagai Contoh Pola Ceplok antara pola ceplok kuno Yogyakarta dan Ceplok Surakarta.
Pola Ceplok kuno Yogyakarta adalah dari keraton Kotagede [Mataram] sedangkan pola Ceplok Surakarta diciptakan setelah pembagian kerajaan Mataram menjadi dua.
Kadang ada pola yang dinamakan sama tetapi polanya beda antara satu tempat dan lainnya, seperti pola ceplok Yogya kadang mempunyai nama sama dengan pola semen Surakarta, contohnya pola ceplok Kokrosono di Yogya kalau di Surakarta dikenal sebagai pola Semen.
Motif Pola Ceplok Kuno ini bisa dilihat dari contoh berbagai candai yang ada di jawa. Diberbagai candi yang ada banyak relief yang menggambarkan pola batik ceplok.
Sebagian besar Pola Ceplok itu merupakan pola-pola batik kuno yang terdapat pada hiasan arca di Candi Hindu/Budha dengan bentuk kotak-kotak, lingkaran, binatang, bentuk tertutup serta garis-garis miring. Pola dasar yang terdapat pada candi Hindu di arca Ganesha dari Banon Borobudur, arca Hari Hara dari Blitar, Ganesha dari Kediri dan arca arca Parwati dari Jawa merupakan pola dasar dari pola Kawung. Dasar pola Ceplok tersejarah dapat di arca Budha antara lain Budha Mahadewa dari Tumpang dan arca Brkhuti dari candi Jago.
Demikianlah bahwa batik sudah sangat erat dengan kehidupan masyarakat nusantara bahkan sudah ada sejah ber abad-abad yang lalu. Cintai batik Cintai budaya kita Indonesia.
Saat ini 0 comments :
Post a Comment